Rabu, 23 Juni 2010

SAP Pendidikan Fiqh MI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Pendidikan Fiqh MI

Tahun Akademik 2009/2010

Nama Mata Kuliah : Pendidikan Fiqh MI

Program Studi : PGMI

Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Universitas : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bobot SKS : 2 SKS

Tatap Muka : 16 pertemuan

Kompetensi Dasar : Menguasai tentang materi bahan ajar fiqh MI dan

: Pembelajarannya.

Dosen : H. Hasbiyallah, M. Ag

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini mengkaji beberapa hal yang berkaitan dengan bahan ajar fiqh MI dan metodologi pembelajarannya.

Indikator Pencapaian hasil belajar

Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa:

  1. Mampu memahami seluruh bahan ajar fiqh MI
  2. Mampu memahami metodologi pembelajaran fiqh MI
  3. Mampu memahami masalah-masalah fiqh MI
  4. Mampu memahami berbagai macam pendapat para ulama berkaitan dengan bahan ajar fiqh MI
  5. Mampu mengajarkan materi fiqh MI dengan metodologi yang tepat sasaran.

Pokok-Pokok Perkuliahan:

Pertemuan ke 1

Mengidentifikasi bahan ajar fiqh MI dan metodologi pembelajaran secara umum. Mata kuliah pendidikan Fiqh MI ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk memahami seluruh materi bahan ajar fiqh yang diberikan di MI. juga memberikan pengetahuan mendasar tentang metodologi pembelajaran fiqh secara umum yang dapat digunakan dalam pengajaran fiqh di MI.

Pertemuan ke 2

Diskusi tentang materi Rukun Islam, Syahadat dan bagaimana mengajarkan materi ini kepada anak usia MI kelas 1-3 MI dan 4-6MI. Mahasiswa mampu mengungkap makna hakikat syahadat, fungsi dan aplikasi makna syahahadat dalam kehidupan mahasiswa. Kemudian mahasiswa mampu mengajarkan dan memberikan nilai-nilai hakikat syahadat ini kepada siswa-siswi MI.

Selain itu, nilai-nilai syahadat dapat teraplikasi dalam rukun-rukun Islam yang lain seperti shalat, puasa, zakat dan ibadah haji. Mahasiswa mampu mengungkap ibadah-ibadah tersebut sebagai rukun Islam.

Pertemuan ke 3

Diskusi tentang Thaharah: Mengidentifikasi bahan ajar fiqh MI materi Thaharah, yaitu bersuci dari Hadats dan najis. Hadats terbagi kepada hadats kecil dan hadats besar. Hadats kecil adalah sesuatu yang merusak atau membatalkan wudhu. Sedangkan hadats besar adalah sesuatu yang mengharuskan mandi. Cara menghilangkan hadats adalah dengan wudhu, mandi dan tayammum.

Setelah itu, bagaimana mahasiswa mampu mengeksplor kemampuan mereka dalam mengajarkan materi wudhu, mandi dan tayammum kepada siswa-siswi MI. Selain itu, mahasiswa mampu mengungkap nilai-nilai thaharah dalam kehidupan mereka yang akan diberikan kepada siswa-siswi MI. Seperti menanamkan cinta akan kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, peduli untuk menanam pohon untuk mengurangi global warning dan lain sebagainya.

Pertemuan ke 4

Diskusi tentang shalat, mengidentifikasi bahan ajar fiqh MI materi shalat fardhu, memperdalam bahan ajar tentang ikhtilaf para ulama seputar shalat yang berkembang di Indonesia seperti qunut, membaca basmalah pada al-fatihah, bacaan takbiratul ihram, menggerakan telunjuk ketika tasyahhud dan lain sebagainya.

Setelah itu, mahasiswa mampu mengajarkan tatacara shalat fardhu kepada siswa-siswi MI terutama pada gerakan dan bacaan-bacaan dalam shalat.

Pertemuan ke 5

Diskusi tentang qunut, adzan, iqamat, dzikir dan doa. Mahasiswa mengidentifikasi bahan ajar fiqh MI tentang materi-materi tersebut, kemudian dikembangkan dalam mengungkap hikmah dalam adzan, iqamah, dzikir dan doa. Dan bagaimana mahasiswa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Kemudian, mahasiswa mengetahui bagaimana cara mengajarkannya kepada siswa-siswi MI. Agar para siswa MI tersebut menghafal bacaan-bacaan adzan dan iqamat, serta bacaan dzikir dan doa.


Pertemuan ke 6 :

Diskusi tentang shalat berjama’ah, Jum’at, shalat bagi orang sakit. Mengembangkan materi-materi ini dan menemukan jawaban-jawaban dari permasalahan-permasalahan dalam materi tersebut. Seperti mengetahui bagaimana tatacara shalat berjama’ah, Jum’at dan bagi orang yang sakit. Serta mampu mengajarkan materi ini kepada siswa-siswi MI yang menarik dan menyenangkan.

Pertemuan ke 7

Diskusi tentang shalat Sunnat Rawatib, tarawih dan Witir dll. Mengembangkan materi ini dan memahami doa-doa yang terkandung dalam shalat sunnat tersebut. Kemudian mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan dan mampu mengungkap hikmah yang terkandung dalam shalat-shalat sunat tersebut.

Pertemuan ke 8

Pelaksanaan UTS

Pertemuan ke 9

Diskusi tentang Puasa Wajib dan Puasa Sunnat. Mengembangkan materi ini dan merinci permasalahan-permasalahan yang berkembang seputar masalah ini dan mengungkap hikmah dari perintah puasa ini. Kemudian mengidentifikasi bahan ajar MI tentang puasa wajib dan sunnat, serta mengetahui bagaimana mengajarkan kepada mereka agar menunaikan ibadah puasa wajib maupun sunat.

Pertemuan ke 10

Diskusi tentang zakat: mengidentifikasi bahan ajar fiqh MI materi Zakat, mengembangkan dan merumuskan permasalahan-permasalahan yang berkembang seputar zakat dan mengambil intisari sebagai wawasan integratif yang dapat diajarkan kepada siswa-siswi MI.

Selain itu, mengembangkan materi shadaqah dan infaq sebagai ibadah sosial yang akan banyak membantu masyarakat yang memerlukan. Bagaimana pula materi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan mahasiswa dan siswa-siswi MI yakni kepedulian terhadap sesama.

Pertemua ke 11

Diskusi tentang Haji. mengidentifkasi bahan ajar fiqh MI materi Haji, mengembangkan dan merumuskan bahan ajar yang menarik dan menyenangkan tentang ibadah haji. Bagaimana pula materi ibadah haji ini diajarkan untuk menanamkan nilai persatuan dan kesatuan, keseragaman dan keanekaragaman dalam kehidupan.

Pertemuan ke 12

Diskusi tentang makanan, minuman, binatang halal dan haram. Mengembangkan bahan ajar ini dan merumuskan sebagai bahan ajar yang menarik dan menyenangkan. Mengungkap hikmah-hikmah dibalik makanan dan minuman yang halal dan haram bagi kesehatan manusia. Bagaimana pula materi ini diajarkan dalam menanamkan cinta terhadap produk dalam negeri. Mengungkap pula makanan-minuman yang tidak layak dikonsumsi dalam kehidupan manusia. Seperti zat pewarna, formalin dan borax.

Pertemuan ke 13

Diskusi tentang qurban, aqiqah dan khitan. Mengembangkan materi dan mengungkap dibalik hikmah perintah qurban, aqiqah dan khitan. Bagaimana pula materi dalam menanamkan anak MI untuk segera mau dikhitan bagi yang belum. Menanamkan untuk cinta berqurban untuk kebaikan dan sebagainya.

Pertemuan ke 14

Diskusi tentang Jual-Beli, Riba dan Sewa-menyewa. Mengembangkan materi ini seputar ketentuan dan permasalahan yang berkaitan dengan materi ini. Bagaimana mengajarkan materi ini menjadi sesuatu yang menarik.

Pertemuan ke 15

Pengembangan bahan ajar fiqh MI, metodologi dan evaluasi dalam mengajarkan materi fiqh MI, PTK Fiqh, pembelajaran Fiqh Efektif, pembelajaran E-Learning.

Pertemuan ke 16

Pelaksanaan UAS.

Persyaratan kelulusan

a. Bobot Nilai Kelulusan

1) Kehadiran : 10 %

2) Partisipasi Kelas : 20 %

3) Tugas Mandiri (buat RPP materi Fiqh) : 10 %

4) Tugas Terstruktur (makalah kelompok) : 10 %

5) UTS : 20 %

6) UAS : 30 %

Nilai minimal kelulusan : 60 C (Dua)

Daftar Bacaan

Abdur Rahman al-Juzairi, 2001. Tt. Fiqh ala madzahibil arba’ah. Alih Bahasa Chatibul Umam. Jakarta: Darul Ulum Press.

Ahmad Syafi’I MK, Drs. 1987. Pengantar Shalat yang Khusu’. Bandung: Remaja Karya CV.

Ahmad, Muhaimin. 2001. Kumpulan Doa Lengkap. Semarang CV Aneka Ilmu.

Al-Asqolani, al-Hafiz bin Hajar. t.t. Bulughul Maram. Bandung: PT Al-Ma’arif.

Al-Bahraisy, Salim. 1981. Riyadus Shalihin. Bandung: PT Al-Ma’arif.

Al-Mubarak, Abdul Aziz. 1986. Nailul Authar (Himpunan Hadits Hukum). Surabaya: Tanpa Tahun. Al-Azhar. Beirut, Lebanon: Darul Fikr.

Anwar, Muhammad. t.t Kumpulan Doa-doa Pilihan. Bandung: Husaini.

Ibrahim Muhammad al-Jamal. t.t. Fiqhul Mar’ah al-Muslimah. Alih bahasa Anshari Umar Sitanggal. 1981. Semarang: CV. Asy Syifa.

Rasyid Sulaiman. 1996. Fiqh Islam. Bandung: PT. Sinar Baru Algesindo.

Sabiq Sayyid. 1996. Fiqh Sunnah Cet.17. Alih Bahasa Mahyuddin Syaf. Bandung: alMa’arif.

Sabiq Sayyid. tt. Fiqh Sunnah. Terjemahan Salim Nabhan. Surabaya.

Hasbiyallah, Fiqh dan Pembelajarannya. 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar